Showing posts with label Matematika. Show all posts
Showing posts with label Matematika. Show all posts

08 October 2025

Rangkuman Interaktif Sifat-Sifat Bilangan Berpangkat

Berikut ini adalah rangkuman sekaligus aplikasi interaktif matematika untuk materi Sifat-Sifat Bilangan Berpangkat. Dilengkapi rumus dan contoh acak dengan langkah penyelesaiannya. Interaktif dan cocok untuk pembelajaran cepat. Sifat-Sifat Bilangan Berpangkat — Galih Gasendra

Rangkuman Sifat-Sifat Bilangan Berpangkat

1. Perkalian Bilangan Berpangkat

am × an = am+n

Jika basis sama, tambahkan eksponennya.

Klik tombol di bawah untuk menampilkan soal acak.

2. Pembagian Bilangan Berpangkat

am ÷ an = am−n

Jika basis sama, eksponen dikurangkan.

Klik tombol di bawah untuk menampilkan soal acak.

3. Perpangkatan dari Bilangan Berpangkat

(am)n = am×n

Jika bilangan berpangkat dipangkatkan lagi, kalikan eksponennya.

Klik tombol di bawah untuk menampilkan soal acak.

4. Perpangkatan pada Perkalian

(ab)n = an × bn

Pangkat didistribusikan ke tiap faktor.

Klik tombol di bawah untuk menampilkan soal acak.

5. Perpangkatan pada Pembagian

(a/b)n = an/bn

Pangkat didistribusikan ke pembilang dan penyebut.

Klik tombol di bawah untuk menampilkan soal acak.

6. Bilangan Pangkat Nol

a0 = 1

Setiap bilangan bukan nol jika dipangkatkan nol hasilnya 1.

Klik tombol di bawah untuk menampilkan soal acak.

7. Bilangan Pangkat Negatif

a−n = 1/an

Pangkat negatif berarti kebalikan dari pangkat positif.

Klik tombol di bawah untuk menampilkan soal acak.
© 2025 Galih Gasendra — Modul Interaktif Sifat Bilangan Berpangkat

30 September 2025

Aplikasi Contoh Soal dan Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Variabel ( SPLDV ) Metode Campuran

Aplikasi ini dapat digunakan untuk mempelajari langkah-langkah menyelesaikan SPLDV (Sistem Persamaan Linear Dua Variabel) dengan metode Campuran yakni Eliminasi dan Substitusi. Aplikasi ini juga dapat digunakan untuk latihan siswa dengan merandom soal dan melihat alur langkah dan jawaban siswa.

SPLDV Campuran

Langkah-Langkah SPLDV Campuran(Eliminasi-Substitusi)

by Galih Gasendra

Aplikasi Penyelesaian/Solusi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel ( SPLDV ) dengan metode Eliminasi

Aplikasi ini dapat digunakan untuk mempelajari langkah-langkah menyelesaikan SPLDV (Sistem Persamaan Linear Dua Variabel) dengan metode Eliminasi. Aplikasi ini juga dapat digunakan untuk latihan siswa dengan merandom soal dan melihat alur langkah dan jawaban siswa.

SPLDV Eliminasi - Galih Gasendra

SPLDV Metode Eliminasi

by Galih Gasendra

Tekan tombol "Tekan Untuk Soal Baru" untuk melihat langkah penyelesaian SPLDV dengan solusi bilangan bulat.

Detail Langkah-Langkah

Langkah Penyelesaian Penjelasan Konsep
Hasil penyelesaian akan muncul di sini.

07 February 2013

Kriptanalis

I. PENGERTIAN


Kebalikan dari kriptografi adalah kriptanalisis (cryptanalysis), yaitu ilmu dan seni membuka (breaking) plainteks [Schneier, 1996]. Dan yang melakukannya disebut kriptanalis(cryptanalys). Kriptanalisis dapat menghasilkan plainteks atau kunci dan juga dapat menemukan kelemahan dalam kriptosistem. Usaha kriptanalisis disebut juga dengan attack (serangan).

28 January 2013

Vigenère Cipher

Cipher ini adalah termasuk cipher simetris, yaitu cipher klasik abjad majemuk. Karena setiap huruf dienkripsikan dengan fungsi yang berbeda. Vigenère Cipher merupakan bentuk pengembangan dari Caesar Cipher. Kelebihan sandi ini dibanding Caesar Cipher dan cipher monoalfabetik lainnya adalah cipher ini tidak begitu rentan terhadap metode pemecahan cipher yang disebut analisis frekuensi. Giovan Batista Belaso menjelaskan metode ini dalam buku La cifra del. Sig. Giovan Batista Belaso (1553); dan disempurnakan oleh diplomat Perancis Blaise de Vigenère, pada 1586. Pada abat ke-19, banyak orang yang mengira Vigenère adalah penemu cipher ini, sehingga, cipher ini dikenal luas sebagai Vigenère Cipher.

Keyed Columnar Transposition (KCTR)

KCTR dibuat pada tahun 1950-an, sebagai pengganti dan penyempurnaan dari algoritma SCTR yang pada waktu tersebut telah dapat dengan mudah dipecahkan oleh kriptanalis karena metodenya yang terlalu sederhana. Dengan cara mencoba satu demi satu kunci simetris yang mungkin (kunci simetris terbatas, hanya bilangan diantara satu sampai panjang chiperteks), kriptanalis hanya memerlukan selembar kertas dan pensil untuk menulis semua hasil percobaannya itu.

10 January 2013

Cipher Substitusi (Substitution Cipher)

Cipher substitusi adalah cipher dengan cara mensubstitusi huruf dengan huruf yang lain sesuai dengan yang ditetapkan.

Jenis-jenis cipher substitusi :

a. Cipher Abjad-Tunggal (Monoalphabetic Cipher)


1.  Monogram Monoalphabetic Cipher adalah cipher yang mengganti setiap huruf pada plainteks dengan huruf yang bersesuaian.

Sehingga apabila terdapat 26 huruf, maka akan terdapat 26!= 403.291.461.126.605.635.584.000.000 kemungkinan susunan huruf.

Salah satu bentuk Monogram Monoalphabetic Cipher adalah cipher yang digunakan oleh kaisar Romawi, Julius Caesar (dinamakan juga Caesar Chiper), untuk menyandikan pesan yang ia kirim kepada para gubernurnya. Yaitu dengan mengganti (menyulih atau mensubstitusi) setiap karakter dengan karakter lain dalam susunan abjad (alfabet).

 Caesar Whell

Misalnya pada Caesar Chiper, setiap huruf disubstitusi dengan tiga huruf berikutnya. Maka dalam hal ini, kuncinya adalah pergeseran tigahuruf (kunci= 3).

 
Tabel Substitusi Caesar Cipher

Contoh 1

Plainteks : AWASI ASTERIX DAN TEMANNYA OBELIX

Dengan menggunakan Caesar Cipher, maka pesan tersebut akan dienkripsi menjadi

Cipherteks : DZDVL DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA

Dan dengan melakukan dekripsi, maka pesan tersebut akan kembali menjadi pesan semula.

Denganmengkodekan setiap huruf abjad dengan bilangan bulat (integer) sebagai berikut: A = 0, B = 1, …, Z = 25, maka secara matematis Caesar Chiper menyandikan plainteks P menjadi C dengan aturan:
  dan dekripsi chiperteks C menjadi plainteks P dengan aturan:
dengan   pi : karakter ke-i dari plainteks P,

               ci : karakter ke-i dari cipherteks C.


Karena terdapat 26 huruf atau karakter, maka pergeseran yang mungkin adalah sejauh 0 sampai 25 (selebihnya akan kongruen dengan bilangan modulo 26). Secara umum, pergeseran sejauh k (kunci=k) akan mengenkripsi plainteks dengan aturan :
dan mendekripsikan cipherteks dengan aturan :
Bentuk cipher di atasa dalah merupakan generalisasi dari bentuk Caesar Cipher yang dikenal dengan nama Shift Cipher (cipher geser) dan alat yang digunakana dalah Caesar whell. Akan tetapi, Shift Cipher ini sangat mudah dipecahkan karena hanya terdapat 26 kunci yang mungkin. Sehingga cukup dengan exhaustive attack maka cipherteks akan mudah di buka.


Contoh 2
Cipherteks : FLQWD

Dengan kriptanalisis menggunakan exhaustive attack, maka pengkriptanalisisan dari kata FLQWD dapat dilihat pada tabel di bawah. Jika diketahui bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia, maka kata yang memiliki makna adalah kata dengan kunci k = 23, yaitu “CINTA”.


Tabel Exhaustive Attack


Namun dalam suatu plainteks mungkin saja terdapat dua atau lebih kata yang bermakna. Karena itu dibutuhkan informasi lain yang dapat membantu, seperti beberapa kata berikutnya dalam suatu tulisan).

2.  Polygram Monoalphabetic Cipher adalah cipher yang bekerja dengan mengganti blok pada plainteks dengan blok lain yang sesuai. Misalkan NG diganti dengan XY, NYA diganti dengan TUT dan seterusnya. Apabila unit huruf pada plainteks atau cipherteks panjangnya 2 huruf maka ia disebut digram (biigram), jika 3 huruf disebut ternari-gram dan seterusnya.

Salah satu contoh Cipher Substitusi Poligram adalah Playfair Cipher. Sandi Playfair digunakan oleh Tentara Inggris pada saat Perang Boer II dan Perang Dunia I. Ditemukan pertama kali oleh Sir Charles Wheatstone dan Baron Lyon Playfair pada tanggal 26 Maret 1854.

Playfair merupakan digraphs cipher, artinya setiap proses enkripsi dilakukan pada setiap dua huruf. Misalkan plainteksnya “MENCINTA”, maka menjadi “ME NC IN TA”.Apabila panjang plainteks ganjil, maka ditambahkan satu karakter dummy di akhir plainteks. Misalkan plainteksnya “ME NC IN TA IM UX”.Playfair Cipher menggunakan tabel 5×5. Semua alphabet kecuali J diletakkan ke dalam tabel. Huruf J dianggap sama dengan huruf  I, sebab dalam Bahasa Inggris huruf J mempunyai frekuensi kemunculan yang paling kecil. Kunci yang digunakan berupa kata dan tidak ada huruf sama yang berulang. Misalkan kuncinya “MATEMATIKA”, maka kunci yang digunakan adalah “MATEIK”. Selanjutnya, kunci dimasukkan kedalam tabel 5×5, isian pertama adalah kunci, kemudian tulis huruf-huruf berikutnya sesuai urutan alphabet dari baris pertama dahulu, bila huruf telah muncul, maka tidak dituliskan kembali.

Tabel Playfair Cipher dengan Kunci MATEMATIKA


Aturan-aturan proses enkripsi pada Playfair :

a. Jika kedua huruf tidak terletak pada baris dan kolom yang sama, maka huruf pertama menjadi huruf yang sebaris dengan huruf pertama dan sekolom dengan huruf kedua. Huruf kedua menjadi huruf yang sebaris dengan huruf kedua dan sekolom dengan huruf pertama.Contohnya, AN menjadi EH, YG menjadi VN.

 b. Jika kedua huruf terletak pada baris yang sama maka huruf pertama menjadi huruf setelahnya dalam baris yang sama, demikian juga dengan huruf kedua. Jika terletak pada kolom kelima, maka menjadi kolom pertama, dan sebaliknya. Contohnya, AE menjadi TI, CF menjadi DK.

 c. Jika kedua huruf terletak pada kolom yang sama maka hurufp ertama menjadi huruf dibawahnya dalam kolom yang sama, demikianjugadenganhurufkedua. Jika terletak pada baris kelima, maka menjadi baris pertama, dan sebaliknya.Contohnya, MV menjadi KM, AB menjadi BH, DH menjadi HY.

 d. Jika kedua huruf sama, maka letakkan sebuah huruf di tengahnya (sesuai kesepakatan). Contohnya, padaplainteks ADAANDA, menjadi AD AX AN DA

 e. Jika jumlah huruf plainteks ganjil, maka tambahkan satu huruf pada akhirnya (setelah aturan d).


Contoh 3
Misalkan plainteks = SEMUAADA

Enkripsi dengan kunci MATEMATIKA

Berdasarkan aturan (d) Playfair Cipher, SE MU AA DA, akan menjadi SE MU AX AD A (ditambahkan karakter dummy “X”). Karena setelah penambahan karakter dummy plainteks menjadi ganjil, maka pada akhir plainteks ditambahkan lagi dengan karakter dummy menjadi SE MU AX AD AX.

Cipherteks : YD IP TW EB TW = YDIPTWEBTW

b. Cipher Abjad-Majemuk (Polyalphabetic Substitusion Cipher)


Pensubstitusian setiap huruf menggunakan kunci yang berbeda. Cipher abjad-majemuk terdiri dari beberapa cipher abjad tunggal yang berbeda-beda. Kebanyakan cipher abjad-majemuk adalah cipher substitusi periodik.

Misalkan plainteks P = p1p2...

maka cipherteks = f1(p1)f2(p2)...

Contoh Cipher Abjad-Majemuk adalah Vigènere Cipher.



Oleh Lalu Galih Gasendra


Pustaka:

•Baldoni, M.W., Ciliberto, C., & Piecantini Cattaneo, G.M. (2009). Elementary Number Theory, Cryptography and Codes. Heidelberg: Springer.

•Lidl, R., & Pilz, G.(1997). Applied Abstract Algebra, Second Edition. New York: Springer.

•Menezes, A. J. ,van Oorschot, P. C, and Vanstone, S. S. (1996). Handbook of Applied Cryptography. USA: CRC Press, Inc.

•Munir, R. (2004). Diktat Kuliah IF5054 Kriptografi. Departemen Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung.

•PGP. (2004). An Introduction to Cryptography. New York: PGP Corporation.

•Schneier, B. (1996). Applied Cryptography: Protocols, Algorithms, and Source Code in C, 2nd edition. John Wiley and Son, Inc. 

Cipher Transposisi (Transposition Cipher)

Pada chiper transposisi, plainteks tetap sama, tetapi urutannya diubah. Dengan kata lain, algoritma ini melakukan transpose terhadap rangkaian karakter di dalam teks. Nama lain untuk metode ini adalah permutasi, karena transpose setiap karakter di dalam teks sama dengan mempermutasikan karakter-karakter tersebut.

    Beberapa contoh cipher transposisi, antara lain :

a. Simple Columnar Transposition (SCTR)


Simple Columnar Transposition (SCTR) dibuat sekitar tahun 1940-an. Pada waktu itu SCTR digunakan oleh Sekutu untuk menandingi alat kriptografi buatan Jerman enigma untuk menjaga kerahasiaan pesan yang dikirimkan pada Perang Dunia II.
Metode enkripsi SCTR adalah cukup sederhana, yaitu dengan membagi plainteks menjadi blok-blok dengan panjang kunci (k) tertentu yang kemudian blok-blok tersebut disusun dalam bentuk baris dan kolom. Terdapat dua metode yang digunakan apabila panjang plainteks (n) tidak habis dibagi oleh kunci (k). Pertama adalah irregular case, yaitu melakukan enkripsi tanpa merubah plainteks dan yang kedua adalah regular case yaitu melakukan enkripsi setelah menambahkan karakter-karakter dummy (pad) sebanyak d dengan 0<d<n sehingga panjang plainteks habis dibagi kunci. Dan hasil enkripsinya adalah dengan membaca secara vertikal (tiap kolom) sesuai urutan kolom.

Contoh 2.5
Misalkan plainteks = AKUCINTAKAMU
Enkripsi dengan kunci = 5:

Cipherteks : ANMKTUUACKIA

Contoh 2.6
Misalkan plainteks = AKUCINTAKAMU
Enkripsi dengan kunci = 5

Cipherteks : ANMKTUUAXCKXIAX

b. Rail Fence Cipher


Algoritma ini melibatkan penulisan plainteks sehingga mempunyai baris atas dan baris bawah yang terpisah. Urutan karakter pada baris atas akan diikuti oleh karakter berikutnya pada baris bawahnya, dan seterusnya hingga n-rail. Apabila penulisan kebawah sudah mencapai n, maka penulisan dilakukan kebaris atasnya. Bila penulisan keatas jugasu dah mencapai n-rail, maka penulisan dilakukan seperti awal.Kemudian hasil cipherteks dibaca secara horizontal.

Contoh 2.7
Plainteks : AKUCINTAKAMU
Enkripsi dengan kunci k = 3, offset = 0

Cipherteks = AIKKCNAAUUTM

Contoh 2.7
Plainteks : AKUCINTAKAMU
Enkripsi dengan kunci k = 3, offset = 3

    Cipherteks = KNAAUITKMCAU

c. Route Cipher


Dalam algoritma route cipher, plainteks dituliskan ke dalam suatu dimensi yang sudah ditentukan (baris dan kolom), kemudian pembacaannya sesuai dengan pola yang diberikan pada kunci.

Contoh 2.8
Plainteks : AKUCINTAKAMU
Enkripsi dengan kunci kolom = 4, spiral kedalam, negatif (searah jarum jam) kanan-atas.


Cipherteks = CAUMAKIAKUTN

Oleh Lalu Galih Gasendra

Pustaka:
•Baldoni, M.W., Ciliberto, C., & Piecantini Cattaneo, G.M. (2009). Elementary Number Theory, Cryptography and Codes. Heidelberg: Springer.
•Lidl, R., & Pilz, G.(1997). Applied Abstract Algebra, Second Edition. New York: Springer.
•Menezes, A. J. ,van Oorschot, P. C, and Vanstone, S. S. (1996). Handbook of Applied Cryptography. USA: CRC Press, Inc.
•Munir, R. (2004). Diktat Kuliah IF5054 Kriptografi. Departemen Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung.
•PGP. (2004). An Introduction to Cryptography. New York: PGP Corporation.
•Schneier, B. (1996). Applied Cryptography: Protocols, Algorithms, and Source Code in C, 2nd edition. John Wiley and Son, Inc.

06 September 2012

Tessellation (Teselasi)

A tessellation is a repeating pattern of figures that completely covers a plane without any gaps or overlaps. Tesselations are also called tillings.

There are 3 types of tessellations:

1) A regular tessellation is a tessellation that is made of  regular polygons.

Notice: Each vertex of the figure are tessellation patterns above has a common vertex.

2) A semi-reguler tessellation is a tessellation that is made of two or moretypes of reguler polygons.

Not all regular polygons tessellate the

Tessellations can be made by using special shapes, which have no common points, and by using shapes with curved number.
There is an infinite number of such tessellations.

3) Non-reguler tessellations are those in which there is no restriction on the order of the polygons around vertices.





Directorate of Junior High School Development. (2009). Students Book Mathematics grade IX Junior High School. Jakarta.



UNDER CONSTRUCTION

04 June 2011

Kriptografi

Definisi Kriptografi

Kriptografi (cryptography) berasal dari Bahasa Yunani: “cryptós” artinya “secret” (rahasia), sedangkan “gráphein” artinya “writing” (tulisan). Jadi, kriptografi berarti “secret writing” (tulisan rahasia). Ada beberapa definisi kriptografi antara lain : Kriptografi adalah ilmu matematika untuk mengenkripsi dan mendekripsi data [PGP, 2004]; Kriptografi adalah ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti kerahasiaan, integritas data, serta otentikasi [Menezes, 1996]; Kriptografi adalah ilmu dan seni untuk menjaga keamanan pesan (Cryptography is the art and science of keeping messages secure) [Schneier, 1996] dan dilakukan oleh kriptografer (cryptographer).

02 June 2011

Matematika Sulit?

Apakah benar matematika itu sulit?
Apakah sulit itu adalah matematika?

Paradigama yang kita dapatkan di lingkungan kita adalah bahwa matematika itu adalah sebagai suatu hal yang sulit, membosankan, memusingkan, dan sebagainya. Namun pada kenyataannya, sulit itu bukan karena matematika itu sendiri. Atau mungkin karena matematika itu sulit?