Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

01 May 2015

Yamaha DTX 522 Review

A few days ago, I watch a music concert in on TV. Suddenly my focus fixed on the drummer. When I saw the drummer uses a drum that I had never seen before. Eventually I became trying to figure out, and it turns out it is an electronic drum. I finally took the time to look at some demo play electronic drums on Youtube. Somehow I was amazed and suddenly appeared keingininan to have the goods. For me it is a strange desire. Because I was not a drummer and is not a person who can play the drums. But because I happen to have a lot of free dollars from Online Freelance results, so I decided to buy the goods.

Beberapa waktu yang lalu, saya melihat sebuah konser musik di sebuah acara televisi. Tiba-tiba fokus saya tertuju pada sang drummer. Di mana saya melihat sang drummer menggunakan sebuah drum yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Walhasil sayapun mencoba mencari tahu, dan ternyata itu adalah sebuah drum elektronik. Akhirnya sayapun meluangkan waktu untuk melihat beberapa demo bermain drum elektronik di Youtube. Entah mengapa saya terkagum-kagum dan tiba-tiba muncul keingininan untuk memiliki barang tersebut. Bagi saya itu adalah sebuah keinginan yang aneh. Karena saya sendiri bukanlah seorang drummer dan memang bukan orang yang bisa bermain drum. Tapi karena kebetulan saya punya banyak dollar cuma-cuma hasil dari Online Freelance, sayapun memutuskan untuk membeli barang tersebut.

Approximately one month I tried googling to find an electric drum what I should buy. So the time to read and see a review or demo from various brands and types of Drum Electric, among others, Yamaha, Behringer, Roland, Alesis, the MEDELI, DDrum, and others as well as the work (DIY) of others. Finally I get some nominations. Incidentally my dollar at that time about $ 1.360, if dirupiahkan time around 17jutaan, so I decided to buy an electronic drum with max 15 million budget, so the rest is for the contents of the wallet. With that budget, so nominations can I buy (available in Indonesia), among others, Yamaha: DTX400K, DTX450K, DTX522K, DTX532K, DTX542K, DTX562K, DTX700K; Behringer: XD8USB, XD80USB; Roland: TD-1K, TD-1KV, HD3, TD-4KP; Alesis: DM6 USB KIT, DM6 SESSION KIT, DM8 PRO KIT, DM10 STUDIO KIT; DDrum: DD1; Medeli: DD-501, DD-504, DD-505. 

Sekitar satu bulan saya mencoba googling untuk mencari drum elektrik apa yang harus saya beli. Sekian waktu membaca dan melihat review atau demo dari berbagai merk dan tipe Drum Elektrik, antara lain Yamaha, Behringer, Roland, Alesis, Medeli, DDrum, dan lainnya termasuk juga hasil karya (DIY) dari orang lain. Akhirnya saya mendapatkan beberapa nominasi. Kebetulan dollar saya waktu itu sekitar  $1,360, kalau diRupiahkan saat itu sekitar 17jutaan, maka saya memutuskan untuk membeli drum elektronik tersebut dengan budget max 15juta, jadi sisanya buat isi dompet. Dengan budget itu, jadi nominasi yang bisa saya beli (yang tersedia di Indonesia) antara lain Yamaha: DTX400K, DTX450K, DTX522K, DTX532K, DTX542K, DTX562K, DTX700K; Behringer: XD8USB, XD80USB; Roland: TD-1K, TD-1KV, HD3, TD-4KP; Alesis: DM6 USB KIT, DM6 SESSION KIT, DM8 PRO KIT, DM10 STUDIO KIT; DDrum: DD1; Medeli: DD-501, DD-504, DD-505. 
 
Finally, the account after a number of considerations, the choice fell on DTX522K sayapun. I chose it because it was not too expensive with the specifications that have been very good. I do not buy the more expensive, the most powerful reason is because I am not a drummer.

Akhirnya, stelah dengan berbagai pertimbangan, pilihan sayapun jatuh pada DTX522K. Saya memilihnya karena tidak terlalu mahal dengan spesifikasi yang sudah sangat bagus. Saya tidak membeli yang lebih mahal, alasan paling kuat adalah karena saya bukan drummer.


Konfigurasi :

Trigger Module: DTX502
Snare : XP80
Tom: TP70 x 2
Floor Tom: TP70
Bass Drum : KP65
Hi-Hat : PCY100 + HH65
Crash Cymbal: PCY100
Ride Cymbal : PCY135
Rack : RS502

Website DTX522: usa.yamaha.com id.yamaha.com us

Electronic Elektronik Elektrik Drum Kits Yamaha DTX 522 Multiple Language English Bahasa Indonesia Reviews Demo

UNDER CONSTRUCTION

25 April 2015

Yamaha F310 TBS (Tobacco Sunbrust) Review

This is the best branded acoustic guitar... Gitar ini adalah gitar akustik bermerk terbaik...
  F310 TBS is one of a series of F310. This is the best branded acoustic guitar I have ever seen. Because this is amazing guitar for the money. With the low price, we get a high price acoustic guitar. We can say single price for double quality. Although I am not a skilled guitarist, but I know that this guitar really excellent guitar. Because I believe, Yamaha will always keep reputations for quality. It is suitable for beginner guitarists like me at all ages and is the best choice at entry-level class.


04 February 2013

Behringer C1, XENYX 1202FX, FCA202 Reviews

Akhirnya setelah beberapa lama saya memimpi-mimpikan, atas izin Allah SWT saya dapat membeli alat dan barang yang saya butuhkan untuk membuat home Recording sederhana. Tentunya hanya bersenjatakan produk-produk sederhana dari behringer dengan harga yang hanya bisa dibeli dengan hasil tabungan saya beberapa tahun ini.
Untuk mic, saya menggunakan mic condensor C-1. Tentunya sebuah mic condensor membutuhkan phantom power agar dapat digunakan. Tapi dengan mixer xenyx 1202FX ini, mic C-1 bisa langsung dicolok dan digunakan karena mixer ini telah dilengkapi preamp dan phantom power sendiri. Dengan demikian tidak perlu lagi membeli preamp dan atau phantom power terpisah untuk dapat menggunakan mic ini.

Finally after some time I dreamed, with the permission of God I can buy my simple home recordings equipment. Of course, armed only with simple products of BEHRINGER with a price that can only be bought with my savings results in recent years.

For the mic, I use condensor mic C-1. Surely a condensor mic requires phantom power for used. But with this 1202FX XENYX mixer, the C-1 can be directly plugged in and used because the mixer has been equipped with its own preamp and phantom power. Thus no longer need to buy a preamp and phantom power or separately to be able to use this mic.

28 January 2013

My Yamaha APX500II (Vintage White) review

Aku baru beli gitar sekitar dua minggu yang lalu. Aku beli Yamaha APX500II dengan warna Vintage White. Tadinya aku mau ambil fx310. Tapi karena jenis PickUpnya adalah passive preamp, jadi aku lebih memilih APX500II dengan active preamp yang tentunya banyak lebihnya walaupun tentunya dengan harga yang lebih mahal. Ini adalah gitar akustik pertama yang aku beli dengan uang hasil tabunganku senilai Rp.1.950.000,-. Alhasil, dompet langsung jebol. Tapi aku sendiri sangat puas dengan pilihanku. Karena tadinya banyak gitar lain yang aku naksir termasuk FX310, terutama melihat budget yang aku punya. Bahkan hampir saja aku membeli merk lokal. Bukan berarti tidak cinta produk negeri sendiri. Pun gitar Yamaha APX500II ini, yang membuatnya adalah masyarakat lokal (I LOVE INDONESIA) [:)]. Jadi intinya, aku sangat puas dengan terbelinya APX500II ini. Bahkan rumor yang aku dengar, APX500II merupakan gitar terlaris di dunia saat ini. Mungkin karena spesifikasi yang "WOW" dengan harga "WIW".

(*My APX500II with DIY Stand Guitar)